Beranda > cerita, Renungan dan Motivasi > sederhana itu indah

sederhana itu indah

Seseorang yang berpenampilan sederhana mungkin lebih dihargai dan dihormati,apalagi kalau dia seorang pembesar atau atasan kita atau bahkan seorang pemimpin negara.Dia selalu santun,sederhana sudah cukup membuat kita merasa segan.Image yang ada akan berbeda bila sang pemimpin yang glamour rasa segannya pun akan berbeda,dapat darimana duitnya??…hasil korupsi kah ?…Menjalani hidup bersama dengan orang miskin walaupun kita kaya, mendengarkan jeritan kaum dhuafa dan hidup sederhana walaupun kita mampu adalah ciri pemimpin yang qona’ah. Itu semua karena kita sadar bahwa sederhana itu indah!

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

…ternyata kata2 yang sederhana barangkali juga jadi jurus ampuh mencairkan hati!

Bukankan seorang murid tidak butuh penjabaran yang rumit dan njlimet,cukup dengan jawaban sederhana dan langkah langkah yang praktis mungkin akan mudah dipahami.Prinsip ini diterapkan hampir semua bimbingan belajar untuk menarik minat siswa… ternyata sederhana itu ampuh menarik seseorang!

Terkadang hidup kita terasa susah rumit dan menyengsarakan,mungkin yang salah bukan hidup tetapi cara berfikir kita,bila kita mau berfikir lebih sederhana mungkin akan berkurang beban hidup ini.bahwasanya rezeki mati dan jodoh sudah diatur oleh yang maha kuasa dan setiap cobaan yang datang kepada kita tak lain hanyalah ujian yang telah ditakar kadarnya sesuai kemampuan kita..

Mari mencoba melatih pola pikir sederhana ,hidup sederhana,menyelesaikan masalah dengan sederhana, menulis ,menginventarisir persoalan dan menyelesaikannya satu-persatu. Seperti kata pepatah bahwa sebenarnya THE TRUTH IS SIMPLE.


Pernah suatu hari pak bupati berkunjung ke sebuah persawahan,disana beliau menyapa sekelompok petani yang sedang istirahat makan siang,bersama2 nereka pak bupati mencoba menikmati makanan yang disuguhkan,cukup dengan tempe dan sayur memang tapi beliau merasa belom pernah makan seenak ini sebelumnya,knp?..mungkin bukan resep atau hidangannya yang dasyat tapi justru kesederhanaan dan kebersamaan ini yang menumbuhkan hormon enak.Barang kali pak bupati terbiasa makan di restauran dengan menu yang wahh…tata ruang yang menarik dan meja yang bersih  namun yang dirasakan adalah biasa saja mungkin konsentrasi bukan pada makanannya tapi memikirkan bagaimana rapat hari ini,beberapa proposal yang mesti di tandatangani,belum acara ini itu yang menguras pikiran.Bandingkan dengan pak petani yang cukup mikir sekarang mencangkul ya besuk makan,cukup senang melihat padi yang sudah mulai menguning…Ternyata dengan berfikir sederhana tahu bisa berasa daging.

Setidaknya kalau kita mau berpola hidup sederhana,mungkin uang yang sedianya kita gunakan untuk berglamour,shopping atau beli barang2 mewah cukup buat ditabung untuk kebutuhan yang laen atau bahkan membantu orang yang membutuhkan

Seorang muslimah yang sederhana,berkerudung,santun pakaian dan tingkahlakunya  dibandingkan wanita yang berdandan menor memakai aksesoris ini itu.Mari kita bandingkan,secara kasat mata sama cantiknya tetapi indahnya berbeda,kesannya akan lain dan mungkin sikap kita pun lain ketika bertemumuka dengannya.ketika seorang laki2 bertemu wanita yang cantik karena aksesoris mungkin sendauguraunya berbeda dengan ketika bertemu wanita yang cantik karena sederhana.

Akhirnya kita tahu bahwa sederhana itu indah,Sederhana itu kekuatan,sederhana itu dambaan dan sederhana itu sesuai pribadi muslim



  1. iif
    September 6, 2011 pukul 1:38 am

    bagus sekalii mas Aviz…tulisan di blog ini bagus2x semua bolehkah saya share?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: